Secara teknis SIG mengorganisasikan dan memanfaatkan data dari peta digital yang tersimpan dalam basis data. Dalam SIG, dunia nyata dijabarkan dalam peta digital yang menggambarkan posisi dari ruang (space) dan klasifikasi, atibut data, dan hubungan antar item data. Kerincian dalam pembuatan peta digital tergantung dari skala peta dan dasar acuan geografis yang disebut sebagai peta dasar ( Budiman, 1994:4 dalam Budiyanto, 2002).
Proses konversi peta analog menjadi peta digital dapat dilakukan dengan beberapa metode. Metode yang sering dilakukan adalah :
a.Digitasi peta analog dengan digitizer
b.Scanning peta
c.Produksi peta digital
d.Masukan manual dari koordinat terkomputasi dan perhitungan
e.Transfer dari sumber data digital
Cara kerja pembuatannya adalah dengan mengkonversi fitur-fitur spasial pada peta menjadi kumpulan koordinat (x, y). Proses digitasi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara manual dengan alat digitizer dan digitasi on screen menggunakan perangkat lunak (software). Perangkat lunak yang dapat digunakan dalam digitasi misalnya AutoCAD, R2V, ArcView, dan lain-lain.
Proses pendigitasian peta terdiri dari beberapa tahapan yaitu penyiapan peta-peta yang akan didigitasi, perekaman koordinat-koordinat peta (digitasi aktual), pengeditan dan perbaikan data sebelum penyimpanan dalam bentuk peta basis data, dan pemasukan data atribut yang beragam sesuai data spasial.
2.5.4 Pengolahan Data Atribut
Pengolahan terhadap data atribut ditujukan untuk menelusuri, mengedit dan menganalisis data atribut. Pengolahan dapat dilakukan sebelum atau sesudah pengolahan data spasial. Fungsi-fungsi edit dan penelusuran data memungkinkan untuk perbaikan dan evaluasi data yang sudah ada, analisis atribut sangat berguna dan dapat meningkatkan efisiensi pengolahan data spasial, terutama untuk analisis data spasial yang komplek. Fungsi pemasukan dan penambahan data atribut merupakan operasi utama yang rutin dan banyak dipakai, seperti contoh operasi berapa nilai suatu obyek akan dijawab operasi data atribut saja. Pengolahan data spasial kadang tidak diperlukan lagi jika pengolahan data atribut telah dilakukan.
2.5.5 Fungsi Analisis Spasial SIG
Kemampuan SIG juga dikenali dari fungsi-fungsi analisis yang dapat dilakukan. Menurut Aronof (1989) dalam Setiawan (2002), kemampuan analisis spasial menggunakan SIG dapat diklasifikasikan menjadi bermacam-macam.
1. Pengukuran, Query Spasial dan Fungsi Klasifikasi
Fungsi ini merupakan fungsi yang meng-eksplore data tanpa membuat perubahan yang mendasar, dan biasanya dilakukan sebelum analisis data. Fungsi pengukuran mencakup pengukuran jarak suatu obyek, luas area baik itu 2 dimensi atau 3 dimensi. Query spasial dalam mengidentifikasi obyek secara selektif, definisi pengguna, maupun melalui kondisi logika. Fungsi klasifikasi adalah mengklasifikasikan kembali suatu data spasial atau atribut menjadi data spasial yang baru dengan menggunakan kriteria tertentu
2. Fungsi Overlay
Fungsi ini menghasilkan data spasial baru dari minimal dua data spasial yang menjadi masukannya. Misalnya, untuk menghasilkan wilayah-wilayah yang sesuai untuk budidaya tanaman tertentu diperlukan data ketinggian permukaan bumi, data kadar air tanah, dan data jenis tanah, maka fungsi analisis overlay akan dilakukan terhadap ketiga data spasial atau atribut tersebut.
3. Fungsi 3D Analyst
Fungsi 3 dimensi terdiri dari sub-sub fungsi yang berhubungan dengan presentasi data spasial dalam ruang 3 dimensi. Fungsi analisis ini menyediakan fasilitas-fasilitas (alat bantu yang digunakan) kualitas tinggi untuk pembuatan, analisa, dan visualisasi data permukaan secara 3 dimensi.
4. Fungsi Spatial Analyst
Fungsi ini menyediakan jangkauan yang luas mengenai kemampuan-kemampuan yang powerfull dalam pemodelan spasial dan analisis-analisis yang bersangkutan. Melalui fungsi ini pengguna dapat membuat, melakukan query, melakukan perhitungan, memetakan dan menganalisa data-data citra raster dengan basis piksel/cell dan kemudian melakukan analisa data-data spasial vektor dan raster secara terintegrasi.
sumber: http://kiospeta.wordpress.com
Showing posts with label IT. Show all posts
Showing posts with label IT. Show all posts
July 15, 2008
Digitasi Peta
February 24, 2008
Robotika
Robotics

Energid provides expertise in robotic kinematics, dynamics, and control. Our specialty is bifurcating mechanisms, including kinematically redundant arms and walking and wheeled mobile robotics. We use augmented Jacobian control for kinematic reasoning.
Energid targets its innovative, patented technologies to mobile robot system design, autonomous robot control, remotely supervised operation in home and industrial settings, agricultural applications, medical robotic applications, and space exploration.
We believe legged walking machines present advantages over wheeled machines in rough
terrain, providing greater mobility, better isolation from the terrain irregularities, and energy efficiency. These advantages make our locomotion controls advantageous for many emerging industrial robotics applications.Energid provides expertise in industrial robotics kinematics, dynamics, and robot control. Our specialty is bifurcating mechanisms, including kinematically redundant arms and walking and wheeled mobile platforms. We use augmented Jacobian control for kinematic reasoning.
Remote supervision is a mode of operation where the robot is largely autonomous but receives periodic guidance from a remote human supervisor. We have created algorithms to identify geometric properties of objects in the remote environment, including geometry, dimensions, and orientation, for this purpose. For orientation conversion, click here.
Visual servoing robotic control will play an important role in manufacturing and agricultural applications. By combining robot arm control techniques with computer machine vision capabilities, Energid provides novel solutions in the field of robotic control.
February 22, 2008
EXPERIMENTAL DRIER
Sebuah mesin paduan pengering perpaduan antara teknologi tepat guna, mekatronik dan teknologi informasi. Merupakan pengering untuk tujuan eksperimen dengan 16 titik pengamatan dan sekaligus pengukur kelembaban yang terintegrasi dalam satu mesin. Disertai perangkat lunak interfacing ke dalam PC untuk monitoring eksperimen. Sangat cocok untuk tujuan penelitian dan praktikum heat transfer.
Subscribe to:
Posts (Atom)
